Sabtu, 30 November 2013

SKRIPSI dan segala ceritanya


SKRIPSI adalah kumpulan huruf yang apabila dirangkaikan dan dibaca sesuai EYD membuat orang yang mendengarnya takut, terkejut, terutama mahasiswa yang udah tingkat akhir.
Singkat cerita skripsi saya udah sampai di Bab II dan akan segera merancang Bab III.
Banyak cerita dibalik pembuatannya, mulai dari hunting buku dari gramedia ampe ke loak-loakan, beli kertas hampir 4 rim, sampai yang paling tidak mengenakkan adalah putus dengan seseorang.

Tiap manusia punya jalan kehidupan. Sama seperti Skripsi, skripsi itu kayak ujian dari smua perjalanan hidup di bangku kuliah, dari awal ampe akhir. Di dalam skripsi, mahasiswa menggunakan bidang keilmuannya untuk menganalisa fenomena atau masalah yang diangkat secara sistematis.
Kali ini saya mengangkat masalah Alternative Dispute Resolution, sedikit yang mengetahui hal ini, namun sesungguhnya ADR sudah sering diterapkan di kalangan masyarakat. Musyawarah, adalah salah satu contohnya.

Lanjut lagi masalah kehidupan, memang akhir akhir ini gag ada enaknya. Yang namanya cobaan, godaan datangnya kayak hujan gerimis, kecil - kecil tapi datangnya terus-terusan.
Saya akhirnya bertanya pada seorang teman spiritual saya nan jauhh disana.
Tiada jawaban yang pasti, namun saya mengutip beberapa kata-katanya.

"Terkadang kupu-kupu itu datang untuk dilihat, dikagumi warnanya, bukan untuk ditangkap. Karena yang harus kmu tangkap itu bukanlah yang bisa dilihat, bukan yang bisa dikagumi. Tapi yang bisa dirasakan meski kupu-kupu itu tak ada disana"

"Jangan menyalakan lampu karna kmu takut akan kegelapan, tapi nyalakan lampu itu karna kamu membutuhkan sinarnya untuk menemanimu dalam gelapnya mimpi"

"Kmu gag sendirian, kan masih ada Tuhan. Sesungguhnya jarakmu dengan Nya hanya sebatas kening dan tempatmu bersujud. Kalo curhat sama manusia ya ga bakal ngerti, makanya curhat sama yg mbikin manusia, Dia pasti lebih ngerti"

Kata-kata ringan yang punya arti buat saya. Pikir-pikir ngapain juga sedih, justru kita harus sering bersyukur. Tuhan punya rencana lain buat kita, dan saya yakin rencana itu lebih indah. Dan saya harus menunggu saat itu. 







"Cinta manusia bukanlah sebuah cinta yang abadi, Karena cinta yang abadi hanya milik Allah semata"

Kamis, 21 November 2013

Monumen Ambarawa, Kereta Api dan Rawa Pening

Singkat cerita nih cuma liburan singkat alias pesiar,....
Daripada nganggur di Semarang, akhirnya kepikiran untuk mengunjungi salah satu monumen yang sering disebut - sebut di buku pelajaran pas SMA. Namanya Palagan Ambarawa.
Dalam otak udah kegambar betapa megahnya monumen disana, dan ternyataa........





Yaa lumayan lahh, banyak anak - anak SMA pacaran. Jauhhh dari perkiraan. Tapi seenggaknya bisa nikmatin diorama perjuangan pahlawan di masa lalu. Ditambah beberapa koleksi senjata dan perlengkapan tentara saat itu.

Lanjut deh ke Rawa Pening. Angin yang cukup kencang ketika saya memacu kecepatan mencapai 80 km/jam di jalanan lurus bypass Ambarawa. Tiba di tempat yang indah banget pemandangannyaa.

Rawa Pening adalah danau yang terletak diantara Salatiga, Ambarawa dan Magelang. Banyak tambak dan persawahan di daerah situ. Pokoknya precious moment dehh kalo menjelajah ke kota Ambarawa...


Lanjut lagi ke Monumen dimana pertama kali Kereta Api bermula. Letaknya dekat dengan lapangan Sudirman. Namun beberapa fasilitas masih ditutup untuk perbaikan.



Sekitar jam 6 sore saya balik ke Semarang. Meskipun badan udah pegel - pegel tapi kesan yang saya bawa hari ini luar biasaaa. Besok pesiar hari Minggu, lanjut dehh ke "Malang" nya kota Semarang namanya Umbul Sidomukti :)









*Tak perlu takut untuk mencoba, tak perlu takut untuk gagal, karena keberanian untuk mencoba dan gagal adalah satu langkah menuju keberhasilan*

Jogja, Bakpia, dan Ketep Pass

Saat itu tanggal 9 September 2013, liburan IBL saya manfaatkan untuk jalan - jalan ke Jogja. Sejujurnya ini tanpa persiapan dan untungnya ada Nanda (teman saya, red) yang menawarkan untuk tinggal di rumahnya daerah Sleman kecamatan Godean.

3 jam perjalanan dari Semarang ke Jogja, jalanan yang naik turun dan berliku - liku. Untung aja naek motor, karena jalanan macet parah gara - gara truk pasir yang berjalan pelan ketika turunan atau tanjakan. Sesampainya di Jogja pukul 10 malam, langsung deh malem itu kuliner belut goreng, sedaaapppp.....

Sampai di rumah Nanda, saya pun istirahat sebentar dan bermaksud jalan - jalan ke kota. Ya mumpung malem minggu. Beberapa teman SMA yang ada di UGM berusaha saya hubungi, ternyata mreka ada di luar kota semua.
Langsung deh tujuan pertama ke alun - alun selatan, kami tergoda dengan orang - orang yang mencoba mitos di beringin besar di tengah lapangan.
Okayy, I has tried it andd.........   I got itt,  baru nyoba 2 kali padahal (girangnya bukan main)
Sementara teman saya agak apes malam itu, nyoba 6 kali gag bisa - bisa, akhirnya kami pun istirahat sambil makan ronde angsle.

Sekitar jam 1 malam kamipun pulang dan lekas beristirahat karena besokk.......

KETEP PASSSS....













Ketep adalah nama daerah di Magelang, letaknya di lembah Gunung Merapi. Bila cuaca lagi terang - terangnya pemandangan Gunung Merapi dari kejauhan kelihatan jelas banget. Setelah ke Ketep, kami berjalan - jalan ke air terjun, lumayan menguras tenaga karena letaknya yang cukup jauh, dan harus ditempuh dengan jalan kaki.

Bakpia, makanan favorit sayaa. Langsung dehh cap cuss ke pabriknya kalo mau beli murah. Dan berbelanja baju di pasar Bering Harjo.
Liburan 3 hari kerasa cepet bangettttt.............




*Bukan batu besar yang bisa bikin kita berhenti berjalan, tapi kerikil - kerikil kecil yang bikin kita terpeleset ketika melangkah*

Bikin Skripsi

Udah lama gag nge post. Lagi sibuk ma sripsi....
Sebenernya uda banyak juga perjalanan saya tempuhh, hehe
Mulai dari mbolang ke Jogja, Ambarawa sampe maen - maen ke Umbul Sidomukti
Bakalan saya rangkum deh minggu ini

Kalo kata temen - temen SMA, saya ini Polisi gaul, sosmed, alias eksis di dunia maya
Ya minimal punya merek lahh daripada temen - temen yang lain.

O iya cerita sedikit tentang skripsi saya,
saya tertarik buat meneliti Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga,.
Yang kita tahu selama ini sistem penegakan hukum hanya dapat dilakukan melalui ranah pengadilan.
Akan tetapi ada metode baru yang namanya ADR atau Alternative Dispute Resolution.
Pokoknya bakal saya ulas juga apa itu ADR dan semacamnya.

Biar blog ini lebih berbobot dan bermanfaat, bakal saya lampirkan pula file - file pelajaran yang bisa diakses kawan - kawan yang membutuhkan.
Juga info - info tentang kemahasiswaan, tentunya yang masih berhubungan ma profesi saya hehehe...




*Jangan pernah menyerah, karena ketika kita mulai menyerah, kita gag pernah tau seberapa dekat kita dengan keberhasilan*

Selasa, 24 September 2013

DAN AKHIRNYA BERLABUH DI PRODI "MANAJEMEN KEAMANAN DAN TEKHNOLOGI KEPOLISIAN"

           
                 Maraknya kejadian pencurian, pembobolan Bank ataupun kantor, bahkan terjadinya bom bunuh diri membuat para penegak hukum memutar otak bagaimana langkah antisipasi dalam menangani ancaman-ancaman diatas. Plot anggota di setiap titik-titik rawan telah diterapkan, peletakkan pos-pos jaga di gedung-gedung vital, bahkan pengamanan khusus terhadap obyek obyek yang dianggap memerlukan tingkat keamanan tertinggi seperti Istana Negara, Gedung MPR dll. Namun terbukti bahwa para pelaku menemukan atau memanfaatkan kelemahan dari metode tersebut.

                Seperti yang kita ketahui bahwa setiap manusia memiliki keterbatasan tenaga, maka dari itu terkadang disaat petugas lengah, saat-saat itulah yang dimanfaatkan oleh pelaku. Itulah mengapa "Manajemen Keamanan dan Teknologi Kepolisian" diperlukan, Suatu sistem keamanan memerlukan manajemen sehingga tujuan dari pengamanan tersebut dapat tercapai, selain itu pemanfaatan teknologi yang membantu dalam kinerja para penegak hukum maupun masyarakat yang membutuhkan rasa aman.

                Jangankan di Indonesia, di Amerika saja, yang sistem keamanannya tinggi ternyata masih dapat ditembus oleh para teroris. Hal ini membuat Amerika membuat metode baru dalam meminimalisir ancaman tersebut.
Metodologi Penerapan Sistem Manajemen Keamanan
1. Self-Assessment (Gap Analysis)
     Kegiatan ini merupakan proses menilai sistem keamanan yang ada sekarang terhadap 
     persyaratan-  persyaratan C-TPAT atau ISO 28000. Hasil kegiatan ini berupa Laporan Audit 
     Self-Assessment (Gap Analysis).
2. Pelatihan Pemahaman Persyaratan C-TPAT atau ISO 28000
    Memberikan pelatihan C-TPAT atau ISO 28000 kepada pihak-pihak terkait di perusahaan untuk 
    meningkatkan pemahaman terhadap persyaratan-persyaratan sistem manajemen keamanan.
3. Desain Sistem Manajemen Keamanan C-TPAT atau ISO 28000
    Melakukan “set-up” sistem keamanan di masing-masing fungsi perusahaan misalnya bagian 
    Gudang, Produksi, Pengemasan (Packing), HRD, Petugas keamanan, dan lain-lain. Bagian-bagian 
    tersebut diberi pengarahan mengenai konsep-konsep penerapan C-TPAT atau ISO 28000, sistem 
    dokumentasi dan catatan keamanan, peralatan keamanan, dan sistem manajemen keamanan.
4. Pembuatan Prosedur Dan Penerapan Sistem Manajemen Keamanan
    Menyusun prosedur dan dokumentasi sistem manajemen keamanan sesuai dengan persyaratan 
    C-TPAT atau ISO 28000.
5. Audit (Assesment) Penerapan Sistem Manajemen Keamanan
    Melakukan audit setelah pelaksanaan program penerapan sistem manajemen keamanan. Hal ini 
    untuk menilai kemajuan-kemajuan yang diperoleh setelah proses penerapan. Hasilnya berupa 
    laporan audit yang dibahas bersama pihak-pihak terkait mengenai kekurangan-kekurangan yang 
    ditemukan saat audit serta memastikan telah dilakukan tindakan perbaikan.

    Setelah perusahaan atau organisasi melaksanakan tindakan perbaikan, dapat dilakukan proses verifikasi atau sertifikasi oleh pihak ketiga yang berupa Factory Security Assessment (FSA) oleh SGS atau Global Security Verification (GSV) oleh Intertek. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelangsungan penerapan sistem manajemen keamanan serta meningkatkan kepercayaan dari para stakeholder bahkan konsumen.

     Sedangkan di Indonesia sendiri sudah mulai dicanangkan melalui adanya ISO / IEC 17021: 2006 dan ISO / IEC 27006:2007. Komite Akreditasi Nasional tentang Sistem Keamanan

     Dengan akreditasi ini diharapkan sistem keamanan di Indonesia dapat lebih ditingkatkan lagi sehingga dampak keamanan ini berimbas terhadap lancarnya kegiatan ekonomi, politik, sosial maupun pemerintahan. (tio)