Selasa, 17 September 2013

Dampak Modernisasi, Lingkungan Hidup dan Fasilitas Umum

Modernisasi saya artikan sebagai langkah atau tindakan untuk memperbaharui suatu keadaan menjadi lebih baik sesuai dengan perkembangan zaman. Tindakan ini langsung atau tidak langsung pastinya memiliki pengaruh terhadap faktor-faktor lainnya. Positif atau negatif, itu yang harus dipikirkan sebelum melakukannya.

Jepang, setelah Hirosyima dan Nagasaki, negara tersebut berkembang dengan pesat, modernisasi diadakan dimana-mana. Mulai dari barang kebutuhan sehari-hari hingga infrastruktur bangunan disana menjadi trendsetter untuk negara-negara lain. Tapi itu tak mempengaruhi kehidupan warganya. Semangat Bushido yang pantang menyerah tetap dipegang teguh disetiap lini kehidupannya. Lain pula di Amerika Serikat, modernisasi yang diciptakan membuat banyak perubahan. Perkembangan perdagangan, pertanian membuat negara ini menjadi acuan ekonomi bagi negara-negara dunia. Jeleknya masyarakat disana tidaklah mempertahankan identitas mereka, suku Indians yang tersingkir keberadaannya hingga pencemaran udara, suara dan banyak lagi.

Begitu pula dengan Indonesia, sebagai langkah Modernisasi Indonesia tidak mau kalah dengan negara-negara tetangga. Tentunya hal ini diharapkan agar reputasi Indonesia di mata dunia tidak dipandang sebelah mata. Kita bisa lihat Jakarta yang kini penuh dengan gedung bertingkat, Hotel, apartemen, lalu lintas kendaraan dimana-mana. Sayangnya ini tidak dibarengi dengan antisipasi dari tindakan tersebut, adanya banjir, macet, polusi, kualitas udara yang tidak memenuhi standar, adalah sebagian gambaran "keruwetan" Jakarta.

Dan sebagai bentuk modernisasi pula rencananya akan dibangun beberapa pulau di Teluk Jakarta. Pulau-pulau ini nantinya akan diproyeksikan sebagai hunian, pertokoan maupun bangunan. Konsepnya berdasar pada pembangunan Palm Island, di Dubai. Tahapnya adalah dengan mengeruk sebagian lahan di teluk Jakarta lalu ditimbun dengan tanah hingga terbentuk Pulau yang diinginkan.

Yang jadi pertanyaan, Bagaimana dengan Biota laut disana ? Bagaimana kehidupan masyarakat disekitar Teluk Jakarta yang mata pencahariaannya menangkap ikan disana ? Dan yang lebih besar lagi adalah kepentingan umum, PLTGU Muara Karang yang terletak di area Teluk Jakarta. Bagaimana bila keadaan air tidak memenuhi standar dan PLTGU tidak dapat beroperasi kembali ? Itu artinya pasokan listrik di sebagian kota Jakarta akan terhambat, terlebih lagi PLTGU ini memasok kawasan-kawasan VVIP seperti Istana Presiden, Gedung MPR dan gedung-gedung pemerintahan lainnya. 

Saya berharap ada solusi dari pemerintah dan instansi terkait. Harus ada tindakan yang bersifat preventif, dimana konsep Modernisasi, Lingkungan Hidup dan Kepentingan Umum dapat berjalan bersamaan tanpa saling menghancurkan. Jika hal ini dapat terpenuhi, saya yakin Indonesia dapat mengungguli negara-negara tetangga mengingat sumber daya Indonesia yang melimpah ruah.





"If your actions inspire others to dream more, learn more, do more and become more, you are a leader."




Sudah lama vakum nge blog, saatnya AKTIF lagi.

Doakan semoga tetap istiqomah

Buat share all of my experience

Share my knowledge about everything

"There is only one rule for being a good talker - learn to listen."

Selasa, 19 Februari 2013

Aku ingin kamu mengerti

Aku sebenarnya orang yang biasa,
aku bukanlah laki-laki baik seperti yang kau kira
aku hanyalah cowok biasa, pria biasa dan seperti pada umumnya

Aku bukanlah orang dengan rasa sabar yang tanpa batas
Aku bukanlah orang yang senang mengalah
Dan aku bukan lah seorang manusia yang mudah memaafkan orang lain

Aku ini orang yang penuh dengan emosi
Orang yang tak memikirkan diriku sendiri
Orang yang tak percaya akan perencanaan, yang aku tau hanya bagaimana bisa senang hari ini

Dan dia merubahnya
Dan dia secara tak langsung membuatku tak sama
Dan akupun berbeda
Aku berusaha mengerti...

Sifat asliku ku buang jauh, terpendam di dalam tulang-tulangku
Emosi itu tertahan kuat, di dalam lubuk hati
Rasa iri dan egois itu tak pernah ku usik lagi
Meski harus jujur, sulit menahan itu
Tapi aku harus mengerti....

Dan kami berjalan begitu jauh tanpa bisa saling melihat
Kami bertemu di persimpangan dan lalu terpisah lagi

Cara kami berbeda
Cinta kami berbeda
Dan itu karna pikiran kami juga berbeda
Dan aku ingin slalu mengerti....

Dan aku ingin kamu mengerti kalau aku selalu mencoba untuk mengerti hal-hal yang sesungguhnya tak ku mengerti. Dan sekali lagi, aku mengerti...

Sabtu, 02 Februari 2013

34

was 33 months we were together
What was different?
Have we understand each other?
Have we know what we want?
Have we knew without being told?

yet,
and is nearly 3 years,
hope not too much
I want us to always know
we understand each other
we remind each other

Because we've grown
no longer a 18 year old teenager

I love you with all my heart


Come and come again, ya I can stand with this

Sebenarnya tinggal 6 bulan lagi
Tapi ya memang kehidupan itu bukan jalan yang lurus
Selalu ada belokan belokan kecil
Yang harus kita lakukan cuma mengikuti
Dan tahu batasan-batasannya


Dan memang tinggal 6 bulan lagi
Masalah itu silih berganti
Kami bukanlah seseorang dengan pikiran yang sama
Visi dan Misi yang sama
Rambut kami yang sama
Tapi pikiran kami sungguh berbeda

Satu persatu terbuang
Silih berganti tertinggal
Sejenak redam emosi
Ingat kalau tinggal 6 bulan lagi

Suaraku parau
Tapi itu lebih baik
Daripada tangan yang mendarat
Tatapan mata tajam
Tanpa ada arti di dalam

Sendiri,
Biar kulakukan sendiri
Bangun dan jangan terlelap lagi
Karna saatnya aku ada
Karna inilah waktuku
Waktunya tinggal 6 bulan lagi

For my third family : 45